Tenggarong - Tragedi ambruknya jembatan Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur adalah sebuah bencana teknologi. Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Marzan Aziz Iskandar mengatakan, runtuhnya jembatan yang baru berumur 10 tahun itu disebabkan kegagalan teknologi sebagai akibat buruknya pengelolaan aset teknologi, mulai dari tahap perencanaan hingga pengoperasian.
"Bencana teknologi dapat mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan materi," kata Marzan di Kantor BPPT, Rabu 4 Januari 2012.
Menurut Marzan, ambruknya jembatan terpanjang di Pulau Borneo tersebut menggambarkan buruknya manajemen infrastruktur di Tanah Air. "Mulai perencanaan, tidak memadainya pemeliharaan, lemahnya pengawasan proyek, sampai tidak profesionalnya tenaga ahli di bidang konstruksi," ujar dia.
Sekilas Kutai Kartanegara
Ambruknya Jembatan Kukar adalah Bencana Teknologi
Penyelam Kejang karena Dekompresi
Penyelam Tradisional Lainnya Menyebut Ramli Kesurupan. Evakuasi Mobil Gagal Dilakukan
MERINTIH KESAKITAN: Ramli di atas tandu dan merintih kesakitan. Penyelam tradisional ini mengalami dekompresi ketika melakukan evakuasi kemarin.
TENGGARONG - Proses evakuasi tiga mobil di dasar Sungai Mahakam di sekitar reruntuhan Jembatan Mahakam II yang sedianya dilakukan kemarin (12/12), terpaksa harus ditunda. Penyebabnya, salah seorang penyelam tradisional yang dikerahkan untuk evakuasi bernama Ramli alias Yen (36), mengalami dekompresi saat berada di dalam air. Ramli sempat tidak sadarkan diri dan ketika siuman ia merintih-rintih kesakitan.
Dokter Nizam, seorang dokter yang bersiaga di Posko Evakuasi, mengatakan Ramli mengalami dekompresi lalu kejang-kejang kemudian pingsan. Ramli berada sekitar 30 menit di dalam air, berbekal kaca mata selam dan selang udara yang terhubung dengan kompresor di perahu. “Kawannya yang di atas tahu ada yang tidak beres dengan Ramli di bawah. Kemudian temannya menyelamatkan dengan menarik selang udara untuk menaikkan Ramli,” tutur Nizam kemarin.
Pasca Runtuhnya Jembatan Kartanegara
Satpam BNI Korban ke-22 Jembatan Kukar Ditemukan
Pasca Runtuhnya Jembatan Kartanegara

TENGGARONG - Korban tewas Jembatan Kutai Kartanegara di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, kembali ditemukan, Senin (12/12/2011), Jasad korban yang ke-22 ambruknya Jembatan Kartanegara (Kukar), pada 26 November 2011, ditemukan Senin Pagi, Dengan demikian hingga saat ini 14 orang yang masih dinyatakan hilang.
korban berjenis kelamin laki-laki tersebut ditemukan mengapung di Sungai Mahakam di Kecamatan Loa Kulu atau lebih 10 kilometer dari lokasi ambruknya Jembatan Kartanegara, pada Senin pagi (12/12) sekitar 07.45 Wita.
Korban yang diduga bernama Anas Kurniawan tersebut ditemukan warga di sekitar Loa Kulu sekitar pukul 07. 45 Wita dan masuk ke kamar mayat Rumah Sakit Parikesit Tenggarong pukul 08. 00 WITA."korban ditemukan ke-22 ini diduga seorang petugas keamanan (Satpam) Bank BNI Cabang Tenggarong.
Jembatan Kutai Kartanegara Roboh
Langit Gelap, Suara Jembatan Roboh Dikira Petir
Insiden robohnya Jembatan Kutai Kartanegara sama sekali tidak sangka-sangka. Salah seorang saksi mata yang berkantor dekat jembatan menuturkan dirinya awalnya mengira suara jembatan runtuh adalah suara petir.
Hal itu salah satunya karena waktu itu langit sedang mendung. “Saya ada di dalam kantor dekat situ. Ada suara kayak petir, saya pikir ada apa, saya lihat mendung, terus ada yang teriak jembatan runtuh,” ujar Dendat Kukar kepada okezone di Jakarta, Sabtu (26/11/2011).
Dia menjelaskan, saat itu jarum jam menunjukkan sekira pukul 16.30 WIT. Sebelumnya sejak siang dia melihat sejumlah pekerja tengah beraktivitas di bentang tengah jembatan. Sehingga satu lajur jalan di atas jembatan ditutup. “Ada yang ngelas, mengencangkan tali, dan memasang lampu,” tuturnya.
Lebih lanjut Dendat menceritakan saat ambruk lalu lintas di atas jembatan tengah padat. Selain karena jam pulang kantor juga lantaran satu lajur ditutup.
Page 1 of 11











Kami ucapkan Selamat datang dan terima kasih atas kunjungannya ke web site kami, semoga bermanfaat dan memberi nilai positif untuk kita semua.

























