Suryadharma Ali menegaskan, sidang itsbat ini telah mengambil keputusan secara mufakat, tanpa perbedaan yang berarti. “Atas nama pemerintah, kami mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa,” tuturnya.
Berdasarkan laporan Ketua BHR Rohadi Abdul Fatah, data hisab yang dihimpun dari berbagai sumber menunjukkan bahwa ijtima’ terjadi pada hari Selasa, 10 Agustus 2010, sekitar pukul 10:09 WIB. Pada saat matahari terbenam, hilal berada di atas ufuk dengan ketinggian antara 1 derajat 14 menit hingga 2 derajat 32 menit.
“Dengan memakai data tersebut, 1 Ramadhan 1431 H jatuh pada hari Rabu Legi, 11 Agustus 2010,” ujar Rohadi Abdul Fatah, yang juga menjabat Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah. Hal ini diperkuat dengan perhitungan yang dilakukan oleh Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Al-Irsyad, Persatuan Islam (Persis), dan ormas-ormas lain.
Meski demikian, data-data tersebut belum bisa dijadikan sebagai acuan untuk menentukan awal Ramadhan. Sebab, dalam menentukan awal bulan hijriyah, pemerintah juga menggunakan metode rukyat (observasi atau pemantauan langsung).
Pada tahun ini Kemenag melakukan rukyat di sepuluh lokasi strategis di seluruh Indonesia. Kesepuluh lokasi itu adalah Biak, Makassar, Lombok, Kupang, Tenggarong, Gresik, Yogyakarta, Bandung, Riau dan Aceh.
Tidak seluruh perukyat di sepuluh lokasi itu berhasil melihat hilal. Berdasarkan laporan resmi yang diterima Kemenag, hilal dapat dilihat di empat lokasi, yaitu Probolinggo, Gresik, Jakarta Utara dan Bengkulu. Artinya, tim perukyat Kemenag hanya berhasil melihat hilal di Gresik.
Meski demikian, Menteri Agama memastikan bahwa seluruh perukyat di empat lokasi tersebut telah memberikan sumpah dan bersaksi di hadapan hakim Pengadilan Agama. Dengan demikian, kesaksian tersebut dinyatakan sah, baik secara hukum maupun secara syar’i.
Usai sidang, Dirjen Badilag berbincang dengan Ketua Lajnah Falakiah PBNU K.H. Ahmad Ghazali Masruri.
Dirjen Badilag Wahyu Widiana yang hadir dalam sidang itsbat ini menyatakan kelegaannya karena secara umum tidak terjadi perbedaan dalam penentuan awal Ramadhan.
“Kepada warga peradilan agama, kami mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT,” tutur mantan Kasubdit Hisab Rukyat ketika masih di Departemen Agama ini.











Kami ucapkan Selamat datang dan terima kasih atas kunjungannya ke web site kami, semoga bermanfaat dan memberi nilai positif untuk kita semua.
























