Sudah menjadi tradisi badilag.net pada awal tahun untuk menyusun berita kilas balik atau biasa disebut dengan kaleidoskop. Kali ini kami berencana menghadirkannya secara bersambung. Dan inilah ‘hidangan’ pertama yang kami sajikan kepada para pembaca setia badilag.net.
Anda tentu tahu, di badilag.net berita terbagi menjadi dua: berita seputar Ditjen Badilag dan berita seputar peradilan agama. Yang pertama dibuat Tim Redaksi Badilag.net dan yang kedua berasal dari pengadilan tingkat pertama dan banding di lingkungan peradilan agama.
Tapi tahukah Anda, di menu seputar ditjen badilag, berita apa yang paling diminati para pembaca selama tahun 2011? Jika Anda menebak berita tentang promosi/mutasi, tebakan Anda melenceng.
Ya, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, berita mengenai mutasi/promosi memang terbilang laris-manis. Namun tahun ini berita yang paling diburu pembaca adalah berita tentang hisab-rukyat.
“Penentuan 1 Syawal 1432 H Pelik, Hakim PA Harus Independen”, demikian judul berita terlaris selama 2011. Berita yang tayang pada 24 Agustus itu dikunjungi 14.048 kali.
Berita dengan narasumber Dirjen Badilag Wahyu Widiana itu rupanya menarik perhatian banyak netizen (pengguna internet), bukan hanya kalangan internal warga peradilan agama, tapi juga kalangan eksternal.
Hal ini bisa terjadi karena dua faktor. Pertama, penentuan Hari Raya Idul Fitri Tahun 2011 memang penuh dengan polemik sehingga masyarakat kita beramai-ramai mencari berita atau opini sebagai referensi untuk menentukan sikap.
Faktor kedua, narasumber berita ini merupakan tokoh yang sangat kompeten di bidangnya. Sebagaimana diketahui, Pak Dirjen adalah pakar di bidang hisab-rukyat, karena pernah menjadi Kasubdit Hisab-Rukyat sewaktu di Depag dan menjadi narasumber dalam berbagai seminar.
Berita paling diminati di peringkat dua hingga sepuluh didominasi oleh berita tentang hakim, khususnya yang berkaitan dengan promosi/mutasi dan hukuman disiplin. Untuk membaca rinciannya, silahkan perhatikan tabel berikut ini:
10 Berita Terlaris Badilag.net Tahun 2011
Berdasarkan pantauan kami, secara umum, ada beberapa hal yang menyebabkan sebuah berita memiliki tingkat keterbacaan yang tinggi.
Yang pertama, berita itu mengusung informasi penting, dengan “keyword” yang sudah diakrabi pembaca. Contohnya, berita berjudul “597 Hakim Peradilan Agama Mendapat Mutasi/Promosi Tahap I”.
Kedua, berita itu disajikan secara baik sehingga menumbuhkan rasa ingin tahu pembaca. Contohnya, berita berjudul “Empat Aparat PA Dijatuhi Hukuman Disiplin”.
Kedua, berita itu disajikan pada waktu yang tepat. Contohnya, berita berjudul “Info Penting Soal Mutasi Hakim Tahap II”.
Ketiga, berita itu disebarkan melalui situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter. Contohnya, berita berjudul “Buku II versi E-book, Kreativitas Hakim yang Patut Diacungi Jempol”.
Terjadi pergeseran
Dibanding tahun 2010, dalam hal berita yang paling diminati, terjadi pergeseran tema dan lonjakan pembaca. Dua tahun lalu, berita yang paling diburu ialah berita berjudul “Hukuman Disiplin Periode Januari-Maret 2010”. Berita yang tayang pada 12 April 2010 itu diklik 6978 kali, atau tak sampai separuh dari jumlah pembaca berita terlaris 2011.
Berita terlaris berikutnya pada tahun 2010 adalah berita berjudul “Nikah Sirri Lahirkan Banyak Resiko Sosial”. Berita yang tayang pada 19 Februari itu diklik 4920 kali. Di urutan ketiga adalah berita berjudul "Publikasi Putusan Unik a la PA Negara”. Berita yang dipublikasikan pada 19 Mei ini diklik 4194 kali.
Bagaimana dengan berita terlaris 2012? Dengan trend yang ada, kami yakin Anda dapat memprediksinya.
sumber: http://badilag.net











Kami ucapkan Selamat datang dan terima kasih atas kunjungannya ke web site kami, semoga bermanfaat dan memberi nilai positif untuk kita semua.

























