Pada hari Senin, 14 Juni 2010 bertempat diruang Pertemuan PA Tenggarong, tepat pukul 09.00 WITA dilangsungkan acara pengambilan sumpah jabatan Wakil Panitera (Rumaidi, S. Ag) serta pelantikan Panitera Pengganti (Drs. H.M. Riduan, S.H) yang dilakukan oleh KPA Tenggarong Drs. Marzuki Rauf, S.H, M.H dan dihadiri oleh Wakil Ketua, Para hakim, Pejabat Struktural dan Fungsional serta para karyawan-karyawati di lingkungan PA Tenggarong.
Pelantikan kedua pejabat tersebut didasarkan pada Surat Keputusan Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : 2014/DJA/KP.04.6/IV/2010 tanggal 29 April 2010 tentang Pengangkatan/Pemindahan Jabatan Kepaniteraan Di Lingkungan Badan Peradilan Agama, Rumaidi, S. Ag yang sebelumnya menjabat Panitera Muda Gugatan pada Pengadilan Agama Samarinda Kelas I A, kini memangku jabatan sebagai Wakil Panitera pada Pengadilan Agama Tenggarong Kelas I B. Dan Surat Keputusan Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : 2077/DJA/KP.04.6/V/2010 tentang Pencabutan Surat Keputusan Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama MARI Nomor : 5190/DJA/KP.04.6/X/2009, Drs. H.M. Riduan, S.H ditetapkan sebagai Panitera Pengganti pada Pengadilan Agama Tenggarong Kelas I B.
Drs. Marzuki Rauf, S.H, M.H., Ketua Pengadilan Agama Tenggarong, dalam sambutannya menyatakan bahwa ada atau tidaknya pekerjaan, sibuk atau tidaknya pejabat atau pegawai di suatu unit kerja tergantung bagaimana menyusun “mindset” dan “framework” sehingga akan selalu tumbuh dan timbul pekerjaan-pekerjaan yang dapat digali dan diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Pekerjaan bila digali akan timbul, begitu juga dengan kebaikan dan kejahatan. “Mari sama-sama kita gali kebenaran dan kebaikan karena agunannya adalah kehidupan akherat yang membahagiakan,” demikian pesan Ketua PA Tenggarong, namun yang paling berkesan dalam sambutan beliau adalah satu pesan yang mengandung motifasi yaitu “ Jika saudara menginginkan menjadi orang biasa maka bekerjalah dengan cara yang biasa-biasa saja dan saudara akan diperlakukan biasa oleh orang lain, sebaliknya jika saudara mnginginkan menjadi orang yang luar biasa maka lakukanlah pekerjaan yang luar biasa”.
Untuk itu dibutuhkan cara kerja yang cerdas, adaptif (mampu memilih alternatif terbaik dengan berdasar kemampuan pengenalan diri terhadap kondisi yang ada), kreatif (mampu memperbaiki teknis penyelesaian suatu pekerjaan sehingga terjaga akurasinya, sekalipun pekerjaan tersebut harus selesai dalam waktu yang terbatas) dan inovatif (mampu mencari solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang ada).
Tak lupa KPA Tenggarong dalam sambutannya menyampaikan ucapan “selamat datang dan selamat bertugas kepada pejabat yang baru diambil sumpah Rumaidi, S. Ag, diharapkan kehadirannya membawa penyegaran dan perubahan baru di Pengadilan Agama Tenggarong.”
Diakhir sambutan, Beliau juga berpesan bahwa dalam pelaksanaan tugas harus selalu berkoordinasi dengan para senior, agar tugas dapat berjalan dengan baik. Acara kemudian diakhiri dengan pembacaan do’a syukur yang dipanjatkan oleh Bapak Drs. H.M. Azhari. M.HI dan dilanjutkan dengan ucapan selamat dari para hadirin, acara yang diadakan di ruang pertemuan PA Tenggarong tersebut berakhir pada pukul 10.00 WITA dan berlangsung dengan sukses dan khidmat.(lik’80)












