Bertepatan pada hari Jum’at tanggal 16 Juli 2010, giliran Pengadilan Agama Tenggarong menjadi tuan rumah untuk acara rutin pertemuan Dharmayukti Karini Kabupaten Kutai Kartanegara, tujuan berlangsungnya kegiatan ini adalah untuk sarana pengakraban, silaturahim dan media bersosialisasi diantara istri-istri hakim, istri pegawai, dan seluruh karyawan yang berada dibawah naungan Mahkamah Agung.
Acara ini dihadiri oleh Ny. Dra. Hj. Nurul Sunaryo Wiryo, Ketua Dharmayukti Karini Kab.
Dalam kegiatan tersebut Ketua Dharmayukti Karini Cabang Kutai Kartanegara Ny. Dra. Hj. Nurul Sunaryo Wiryo memberikan sambutan yang intinya memberi dukungan kepada seluruh pengurus Dharmayukti Karini yang baru, yang telah dilantik pada tanggal 21 Juni 2010 lalu beserta segenap anggota untuk terus dan selalu menjalin kekompakan diantara Ibu-ibu.
Sambutan kedua disampaikan oleh Wakil Ketua Dahrmayukti Karini Cabang Kutai Kartanegra Ny. Dra. A. Hamriani Marzuki, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa salah satu alasan terbentuknya organisasi Dharmayukti Karini adalah karena peran perempuan dianggap penting. Organisasi yang berpegang pada prinsip kejujuran, kebenaran, dan keadilan ini yang anggotanya terdiri dari istri-istri hakim, istri-istri pegawai serta seluruh karyawati dari Pengadilan Negeri Tenggarong dan Pengadilan Agama Tenggarong semuannya adalah perempuan. Peran perempuan sebagai isteri-isteri pendamping suami, sebagai ibu dari anak-anaknya, termasuk anggota Dharmayukti Karini adalah sangat penting dan mulia, mengutip dari sebuah pepatah “ Apabila baik ibu-ibu dalam suatu masyarakat maka akan baiklah bangsa tersebut, apabila cerdas dan berani semua ibu dalam suatu masyarakat maka akan cerdas dan beranilah bangsa, karena terdiri dari orang-orang yang tulus”
Seperti pada umumnya pertemuan Dharmayukti Karini, usai sambutan acara dilanjutkan dengan arisan serta pengundian door prize. Dan karena masih dalam suasana peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW (27 Rajab 1431 H), sebelum acara berakhir sedikit Kultum disampaikan oleh Dra. Safiah yang intinya adalah peristiwa Isra’ Mi’raj adalah peristiwa penting bagi umat islam yang tidak dapat dilupakan karena merupakan awal diperintahkannya umat islam untuk melaksanakan sholat 5 waktu dalam keadaan apapun. Pentingnya sholat dalam kehidupan karena sholat dapat menjaga diri seorang muslim dari melalakukan perbuatan kemungkaran dan kejahatan, sesuai dengan salah satu firman Allah dalam Al Qur’an yang artinya “Dirikanlah Sholat, sesungguhnya sholat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar”
Acara berakhir tepat pada pukul 11.00 Wita, yang ditutup dengan pembacaan do’a yang dibawakan oleh Ny. Riduan.(lik’80)












