Serasa sudah menjadi suatu tradisi di PA Tenggarong dalam mengisi bulan Ramadhan yang penuh berkah ini tidak akan terlewatkan begitu saja secara sia-sia, waktu istirahat yang dilanjutkan dengan sholat Dzuhur secara berjamaah selalu diisi dengan ceramah keagamaan, walaupun dengan durasi yang singkat namun kultum yang pada kesempatan kali ini dibawakan oleh KPA Tenggarong Drs. Marzuki Rauf, S.H, M.H terasa membawa angin segar bagi warga PA Tenggarong yang mendengarkannya di hari pertama menjalankan ibadah puasa.
Semangat ini juga mestinya kita jaga setelah Ramadhan, kita perlu mempersembahkan apa yang kita miliki ini untuk meraih keridhaan Allah. Sejatinya, apa yang kita miliki saat ini hanya amanah, apakah kita dapat menunaikannnya atau tidak. Hendaknya keridhaan Allah itu menjadi tujuan kita, tidak ada desah nafas, mulut bergerak, tangan berayun, dan kaki melangkah kecuali kita harus mengirinya dengan satu pertanyaan , “Apakah dengan apa yang saya ucapakan dan saya lakukan ini saya akan mendapatkan ridha Allah.” Zuhud, adalah sikap yang diajarkan Islam kepada kita dalam hidup ini, Zuhud adalah memalingkan diri dari syahwat dunia. “Orang mukmin boleh kaya dan berjaya, namun yang ada di hatinya hanyalah Allah semata. Letakkan harta di tanganmu dan jangn letakkan di hatimu. Pangkat, jabatan status yang ada pada kita hanya menjadi sarana untuk beribadah kepada Allah.” Hanya dengan begitu kita mendapat keberkahan da keridhaan Allah Swt.
Suasana Mushalla Al-Hikmah PA Tenggarong kemarin memang terasa semarak, berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Mushalla yang berukuran 6x6 M yang dilengkapai dengan Air Conditioner (AC) ini dipenuhi jama’ah, baik oleh karyawan PA maupun masyarakat yang datang berurusan di PA Tenggarong. Alangkah indahnya menyaksikan pemandangan seperti ini. Suasana seperti ini perlu kita pertahankan selepas Ramadhan ujar KPA Tenggarong kepada reporter pa-tenggarong.com sebelum meninggalkan mushalla. (lik’80)












