TENGGARONG--Musibah runtuhnya Jembatan Kartanegara, Sabtu (26/11), membuat semua pihak terkejut, termasuk keluarga Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Selain tak ada kabar seputar kerusakan jembatan yang dibangun pada 1995 ini, tidak ada isyarat juga akan ada kejadian luar biasa yang dialami daerah ini.
Penasihat spiritual kesultanan Awang Demang Natakrama menyebutkan, sebagai salah satu yang dipercaya untuk berhubungan dengan "penjaga" Kota Raja, ia tidak pernah mendapati isyarat apa-apa."Biasanya jika akan ada sesuatu kejadian pasti ada isyarat sebelumnya," tutur Awang Demang.
Ia melanjutkan, jika dihubungkan dengan peristiwa adanya peringatan dari seorang perempuan yang kesurupan di bawah area Jam Bentong "bawah Jembatan Kartanegara " pada Erau, Juli lalu, Awang belum bisa memastikannya.
"Waktu itu si kesurupan menuturkan jika pasak bumi (penjaga dari bala bencana, Red.) Kota Raja akan hilang tiga dan sisa satu," paparnya."Dan makhluk pengguna tubuh dari pegawai di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata itu juga mengatakan jika ada musibah besar dalam waktu dekat."
Untuk memastikannya, setelah kejadian ambruknya jembatan, Awang berkeliling seputar area jembatan untuk melihat situasi. Dia mendapat kabar ada petir tunggal tepat beberapa menit sebelum kejadian.
"Tadi saya sempat bertemu dua orang yang sedang berusaha menerawang situasi," terangnya.
Dari penjelasan salah satu orang tersebut, Awang Demang mendapat informasi jika ini merupakan salah satu tulah, dan kejadian serupa bisa bertambah lagi. "Jika pasak bumi yang menjaga Kukar tidak ditemukan maka bisa saja ada musibah yang lebih besar," katanya.
Ia menuturkan, sebagai pemegang amanah pelindung kota secara spiritual, Awang Demang berjanji mengadakan pertemuan lanjutan dengan dua orang tersebut. Sedangkan untuk melakukan ritual doa khusus guna mengetahui sebab serta minta perlindungan untuk semua warga Kukar masih menunggu titah Sultan Salehuddin II yang kini sedang berobat Di Singapura.
"Nanti Sultan sendiri yang harus memimpin ritual, jadi kita tinggal menunggu kepulangan beliau," jelasnya. Sultan sendiri sudah sekitar seminggu terakhir berobat di salah satu rumah sakit ternama di Singapura. Dan direncanakan Senin (28/11) baru kembali ke Tenggarong.
sumber: www.jpnn.com












